Sabtu, 09 Oktober 2010

Rokok adalah pintu gerbang bagi narkoba. Lebih spesifik lagi, rokok itu sendiri sebenarnya termasuk ke dalam definisi narkoba. Merokok kini tidak lagi merupakan masalah kesehatan melulu, tetapi sudah memiliki kompleksitas tersendiri.


Kenapa rokok disebut narkoba?? Karena di dalam pengertian Narkoba termuat 3 kelompok zat aktif yaitu Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Rokok bersama dengan alkohol termasuk ke dalam kelompok yang terakhir. Nikotin yang merupakan salah satu komponen dari rokok merupakan zat psikotropika stimulan. Oleh karena itu, rokok pun memiliki sifat-sifat utama layaknya narkoba lain yaitu habituasi, adiksi dan toleransi. Habituasi adalah suatu perasaan rindu, terus menerus melintas di pikiran untuk menggunaan zat, sehingga seseorang akan terus berkeinginan menggunakan zat tersebut saat berkumpul dengan sesama teman pemakai. Sedangkan adiksi merupakan dorongan kompulsif untuk menggunakan suatu zat diserta tanda-tanda ketergantungan.


Rokok adalah produk berbahaya dan adiktif yang mengandung 4000 zat kimia, 69 diantaranya adalah karsinogenik (pencetus Kanker, Red). Rokok mengandung lebih 700 jenis bahan kimia tambahan dalam daftar resep tersebut. Pusaran Asap rokok yang anggun membawa serta 4000 zat, termasuk arsenik,aseton,butan,karbonmonoksida, dan sianida terdapat logam-logam,pestisida, dan insektisida. Orang yang berada di dekatnya akan terkena sedikitnya 43 zat yang diketahui menyebabkan kanker.
Zat berbahaya yang terkandung didalam sebatang rokok:


Nikotin – Menyebabkan ketagihan. Ia merangsang otak supaya si perokok merasa cerdas pada awalnya, kemudian Ia melemahkan kecerdasan otak.
Tidak ada kadar yang aman untuk mengkonsumsi nikotin, berapapun kadarnya, serendah apa pun nikotin tetap berbahaya.
Efek langsung ke otak hanya memerlukan waktu dalam hitungan detik yakni 10-16 detik. Rokok sigaret menghasilkan 1,2 – 2,9 mg nikotin. Merokok sebungkus per hari dapat menyerap nikotin 20-420 mg nikotin/hari yang dapat meningkatkan plasma 23-35 ng/ml. Selain itu, akibat dari konsumsi nikotin adalah pelepasan adrenalin dapat meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, dikarenakan kebutuhan oksigen jantung.

Karbon monoksida (CO) – adalah gas yang berbahaya yang terdapat dalam pembuangan asap kendaraan.
Ia menggantikan sebanyak 15% daripada oksigen yang seharusnya dibawa oleh sel-sel darah merah. Jantung perokok yang memerlukan banyak oksigen ternyata mendapat lebih sedikit oksigen. Ini membahayakan untuk mereka yang mengidap penyakit jantung atau paru-paru. Menyebabkan sesak napas dan kurang daya staminanya, merusak lapisan dalam pembuluh darah dan meninggikan endapan lemak pada dinding pembuluh-pembuluh darah, menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Ini meningkatkan risiko serangan jantung.


Tar – adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen.

Sebagian dari zat tersebut yakni benzo(1) pyrene, nitrosamine dan B-naphthylamine, cadmium dan nikel. Tar juga digunakan sebagai bahan pembuat aspal. Pada saat dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar pada rokok di Indonesia berkisar antara 19-33 mg per batang rokok.

Aseton – peluntur cat

DDT - Racun serangga untuk membunuh nyamuk dan semut

Arsenik – Racun kutu dan racun yang digunakan untuk pembunuh-pembunuh terkenal

Kadmium –
Bahan kimia yang terdapat di dalam ACCU

Formaldehid – Digunakan untuk mengawetkan mayat

Ammonia – Bahan aktif dalam pembersih lantai

Hidrogen sianida – Racun yang digunakan untuk gas

Naftalena – Bahan yang beracun yang terdapat dalam obat serangga

Polonium-210 - 210-bahan radioaktif

Vinil klorida – bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik


Dampak yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok memang tidak secara langsung dapat dirasakan. Namun, apabila kebiasaan merugikan tersebut tetap dipertahankan, maka beberapa penyakit yang akan datang menyertai kesehatan tubuh Anda:


o Kanker paru-paru : 90% dari kematian yang terjadi di kalangan perokok disebabkan oleh Kanker paru-paru. Kanker paru terjadi 10 -30 kali lebih sering pada perokok dibandingkan bukan perokok.

o Penyakit Jantung : Penelitian telah menunjukkan bahwa kira-kira 40% kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung sebelum umur 65 tahun berkaitan dengan kebiasaan merokok.

o Emfisema dan bronchitis kronis - Merokok adalah penyebab utama bronchitis yang kronis. Rokok mempersempit saluran pernafasan dan menambah polusi udara dimana pertukaran gas berlangsung, menyebabkan Anda susah bernafas. Seorang yang bukan perokok yang sehat menggunakan 5% dari tenaganya untuk bernafas, tetapi seseorang yang mengidap emfisema akut menggunakan 80% dari tenaganya hanya untuk bernafas.

o Stroke – Rokok penyebab 5% stroke di Indonesia
o Kanker rongga mulut
o Kanker nasofaring
o Kanker serviks
o Kanker anal
o Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
o Infertilitas
o Abortus (risiko 2 – 3 kali lebih sering)
o Impotensi (risiko 50%)
o Osteoporosis
o Katarak
o Psoriasis
o Lupus eritematous
o Bronkiolitis respiratorik
o Obstructive sleep apnea
o Pnemothoraks idiopatik
o Tuberkulosis
o Penyakit telinga tengah - 150.000 – 300.000 kasus pada anak usia<18>

Categories:

0 komentar:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!