Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011


Dibalik gemerlapnya kota, gedung menjulang tinggi dimana-mana, banyak sekali masalah yang harus dibenahi pemerintah daerah DKI Jakarta. Sebagian atau mungkin semua waga Jakarta mengeluh tentang masalah kemacetan, banjir dimana-mana, kesehatan ataupun masalah kemiskinan. Masalah yang saya ambil kali ini tentang kemacetan di Jakarta. 

Kemacetan  seolah-olah telah menjadi tradisi warga kota Jakarta dan kota lainnya di sekitar Jakarta, seperti Bekasi, Depok dan Tanggerang. Setiap pagi ribuan warga berbondong-bondong ke Jakarta untuk pergi mengais rejeki, begitu pula bila sore hari, waktunya untuk pulang ke rumah setelah bekerja seharian, kemacetan tidak dapat dihindari. Bagi daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta lebih parah lagi, pagi siang sore malam, kemacetan menjadi rutinitas sehari-hari. 

Pemerintah daerah tidak mampu menaggulangi masalah terbesar ini. Padahal berbagai cara telah di lakukan pemerintah daerah, seperti membuat angkutan massal yang bebas dari kemacetan, bus Transjakarta. Bus Transjakarta diharapkan untuk dapat mengatasi kemacetan, para pengguna kendaraan pribadi baik motor ataupun mobil diharapkan memakai jasa anggkutan ini. Bayangkan bila pengguna mobil pribadi yang biasanya untuk satu orang untuk satu mobil menggunakan bus Transjakarta, berapa puluh bahkan berapa ratus mobil dan motor akan berkurang di jalan Ibukota. Itulah harapan atau tujuan pemerintah kota, tapi kenyataannya? Hanya beberapa warga ibukota yang paham akan maksud ini. Selain itu fasilitas yang dibuat untuk bus Transjakarta masih kurang memadai, apalagi untuk warga di luar kota sekitar Jakarta. Contoh di daerah Bekasi, halte terdekat di Bekasi Barat ada di terminal Pulogadung yang jauh dari perbatasan Bekasi Barat – Jakarta. Mau tidak mau untuk ke terminal Pulogadung harus naik kendaraan pribadi maupun angkutan umum(angkot), macet lagi di perbatasan Jakarta. Seharusnya halte dan jalur bus Transjakarta tidak hanya menjangkau daerah Ibukota saja, tetapi daerah-daerah di sekitarnya juga terdapat halte dan jalur Transjakarta. Karena sebagian besar pekerja kota Jakarta, bertempat tinggal di kota di sekitar Ibukota. Tidak hanya itu, jalur yang seharusnya di khususkan untuk bus Transjakarta, seringkali disalah gunakan untuk jalur kendaraan pribadi. Hal tersebut dikarenakan jalur yang dibuat untuk Transjakarta diambil dari jalan umum, sehingga jalan umum semakin menyempit. Jalan umum menyempit, kendaraan pribadi dan angkutan umum (selain Transjakarta) makin banyak, jalur Transjakarta dipakai pengguna kendaraan pribadi sehingga pengguna bus Transjakarta pun yang seharusnya bebas dari kemacetan, juga mengalami kemacetan, kemacetan makin parah.  Intinya dengan adanya bus Transjakarta masalah kemacetan tidak dapat diselesaikan. Dengan ini pemerintah kota gagal untuk menyelesaikan masalah kemacetan kota.

Selain bus Transjakata, angkutan massal yang gagal dibuat pemerintah daerah adalah monorail, kereta dengan rel tunggal diatas jembatan. Tapi sampai sekarang proyek tersebut tidak terselesaikan. Hanya sisa konstruksi yang ada, cakar ayam yang dibuat mengambil jalan umum dan tidak terselesaikan, menambah kemacetan di Ibukota. Jalan tol yang dibuat untuk kelancaran para pengguna kendaraan roda empat atau lebih pun ikut dilanda kemacetan. Kendaraan massal lainnya untuk mengurangi kemacetan adalah kereta listrik. Mungkin hanya ini, kendaraan massal yang cukup membantu masalah kemacetan. Karena tidak ada kemacetan di rel kereta api, dengan ruangan/gerbong ber AC, harga terjangkau, maka cukup diminati oleh masyarakat di sekitar Jabodetabek. Masalahnya, pencopet yang berkeliaran sukar untuk ditangkap aparat. Selain itu untuk kereta ekonomi, banyak penumpang gelap yang tidak memiliki tiket duduk diatas gerbong kereta, taruhannya nyawa, menatang maut, padahal harga tiket untuk kelas ekonomi non-AC hanya seribu lima ratus rupiah. Tapi sebagian orang memilih untuk menukar uang seribu lima ratus rupiah dengan nyawanya, harga yang tidak pantas untuk ditukar dengan nyawa. Pemerintah daerah Jakarta sudah membuat alat yang akan menyemprotkan cairan berwarna di atas gerbong kereta  ketika kereta lewat. Tujuannya agar para penumpang gelap kapok duduk di atas gerbong kereta. Tetapi oleh para penumpang gelap diatas gerbong kereta, dilempari batu sehingga alat tersebut rusak. Miris. Apakah ini tanda kebobrokan masyarakat Indonesia? Diatur supaya tertib, melawan.

Kesadaran pengguna kendaraan juga diperlukan untuk mengatasi kemacetan. Para pengguna motor, yang sebagian besar tidak mematuhi rambu-rambu yang ada, menyerobot lampu merah agar cepat sampai ke tempat tujuan, tapi kenyataannya malah membuat kemacetan, jalur kendaraan jadi tidak beraturan. Sungguh terlalu. Lain lagi dengan para pengguna mobil pribadi, yang sebagian besar mengendarai satu mobil yang isinya hanya satu orang. Bayangkan para pengguna mobi pribadi tersebut, ke kantor dengan menggunakan bus, satu bus dengan isi empat puluh orang, satu bus dapat mengurangi empat puluh mobil pribadi di jalan Ibukota. Kalau tidak, sepertinya jalur 3 in 1 harus digunakan di seluruh daerah Jakarta setiap hari, setiap jamnya, tidak hanya di sepanjang jalan M.H Thamrin, Jend. Sudirman, S Parman, Gatot Subroto,  MT Haryono, Harmoni, Jakarta Kota, Casablanca dan Kuningan, itupun hanya jam 07.00 - 09.00 dan jam 16.30 - 18.30. Harus seluruh Jakarta menggunakan jalur 3 in 1. Paling tidak kalau kemacetan tidak dapat diatasi, peraturan jalur 3 in 1 di seluruh jalan di Jakarta dapat banyak membuka lapangan pekerjaan baru, joki 3 in 1. 
  
Atau mungkin peraturan di daerah Jakarta diterapkan seperti di negara maju Jepang. Untuk mengurangi kemacetan dikarenakan kendaraan pribadi, kendaraan pribadi diberi pajak yang tinggi sehingga hanya orang yang benar-benar ‘berduit’ saja yang mempunyai kendaraan pribadi. Selain pajaknya yang tinggi, biaya parkir juga dinaikkan, jadi dapat menekan jumlah kendaraan pribadi. Kendaraan umum sebaliknya, diberi harga yang murah untuk ongkosnya, bahkan untuk para lansia dan orang sakit, diberi gratis. Dan lihatlah, pemerintah Jepang berhasil, para warganya kebanyakan bekerja dengan menggunakan kendaraan umum, entah itu kereta maupun bus. Bukan hanya dari pemerintah memberikan aturan yang ketat sehingga dapat tercapai suatu keuntungan(terbebas dari kemacetan), tetapi juga dari warganya yang menganggap peraturan dibuat untuk ditaati, bukan dilanggar. Apakah mungkin di Indonesia terutama di Jakarta dapat diberlakukan seperti itu? Mungkin saja, bila ada kesepakatan antaran pengguna kendaraan pribadi dengan pemerintah kota, terutama masalah pajak. Dengan pajak yang tidak begitu mahal saja banyak orang di Indonesia yang tidak membayar pajak kendaraannya.

Tidak hanya pengguna kendaraan pribadi saja yang harus membenahi diri, kendaraan umum pun seperti bus, mikrolet, angkot, metromini, bajaj dan yang lainnya juga harus di beri sangsi yang jelas bila melanggar peraturan. Sering kali para supir angkutan umum dengan seenaknya menaikkan dan menurunkan penumpang tidak pada tempat yang ditentukan, halte. Halte kurang banyak, itu yang mungin menjadi alasan para supir angkutan umum. Hal tesebut tidak dapat dipungkiri, memang halte di Jakarta kurang banyak, hanya di pusat kota saja yang sedikit lebih banyak. Sehingga para supir angkutan umum lebih suka menurunkan penumpang semaunya, lebih fleksibel, tinggal bilang ‘bang, kiri bang’, supir angkutan umum dengan santainya banting stir ke kiri jalan, kadang tanpa lampu sein, sehingga kendaraan di belakangnya rem mendadak, untung kalau tidak terjadi kecelakaan. Mungkin pemerintah bisa membuat halte-halte yang diperlukan, sehingga tidak ada lagi supir angkutan umum yang berpikiran seperti itu. Dan jangan lupa, yang melanggar dikenakan sangsi yang berat. Belum lagi para supir yang menunggu penumpang seenaknya, berlama-lama berhenti di perempatan jalan yang membuat macet panjang, supir yang ugal-ugalan dalam membawa kendaraannya, seolah-olah raja jalanan, truk-truk besar dan kontainer pengangkut peti kemas yang banyak menggunakan jalan(makan jalan) sedangkan jalan yang disediakan kecil. Sepertinya pemerintah harus mengatur penggunaan jalan untuk truk-truk besar dan kontainer . Seperti, pengunaan jalan untuk truk besar dan kontainer pada malam hari, mulai pukul 21.00 sampai pukul 05.00. 

Apakah mungkin Jakarta bebas dari kemacetan? Kapan? Tahun 2050? Tahun 2100? Atau mungkin tidak akan bebas dari kemacetan? Yang pasti pemerintah mungkin sudah berusaha untuk memberikan pemecahan masalah kemacetan ini, tinggal kesadaran akan kemacetan dari diri sendiri mungkin yang harus dibenahi.

Minggu, 02 Januari 2011



Iphone 4 baru ajah keluar dipasaran Indonesia....

Emang apa ajah sih kelebihan Iphone 4 dengan harga yang terbilang wah dibandingkan dengan versi sebelumnya (Iphone 3,5 G)...

cekidot dahh....

1)Face Time, ini istilah lainnya dari video chatting , tapi enaknya disini bisa pake koneksi wifi, dan bisa berhubungan dengan iPod agan juga, jadinya gak Cuma bisa sesama iPhone...

2)Retina Display yang bikin enak banget buat zoom in web atau gambar yang sedang kita amati, biasanya akan menjadi pecah2, tapi disini iPhone 4 membuat ukuran pixelnya menjadi 326 pixel per inchi jadinya gak bakal pecah2 walopun di zoom . Retina Display ini menggunakan IPS (In-Plane-Switching) teknologi yang udah dipake ama Apple Led Display dan iPad...

3)Yang paling mantep adalah sekarang kita bisa multitasking gan yang di versi sebelumnya masih belum ada hehehe.. aneh aja kalo musti jalanin satu aplikasi di satu waktu, udah gak jamannya lagi...

4)Video yang dihasilkan adalah video dengan resolusi HD (High Definition) dengan adanya sensor di belakang dan LED yang built in jadinya bisa ngedit dan buat video HD sendiri....

5)Yang terakhir kameranya yang 5 megapixel, sekarang sih udah mayan banyak smartphone yang punya bahkan lebih......

Jadi tertarik mencoba Iphone 4???

thanks..
High Definition wallpaper akan mempercantik desktop anda, karena desktop anda akan diisi dengan wallpaper dengan kualitas tinggi,,,,

berikut adalah screenshotnya





Download DISINI ya.......

terimakasih

bye-bye....

Minggu, 03 Oktober 2010

























Lucu banget yah....

Rasanya pengen meluk ajah tu kucing lucu...

Mau tau gak beberaa fakta dari kucing....


Cekidot dah......

1. Kucing memiliki 30 ruas tulang belakang, yaitu 5 kali lebih banyak dari manusia
2. Kucing memiliki 230 tulang, yaitu 24 kali lebih banyak dari manusia
3. Kucing tidak memiliki collarbone, sehingga memungkinkan masuk melewati celah selebar kepalanya
4. Kelenturan tubuh kucing sangat menakjubkan, kaki depannya dapat diputar ke segala arah dan setengah bagian tubuhnya dapat bergerak ke arah yang berlawanan
5. Pendengaran kucing lebih sensitif dari manusia dan anjing. Batas pendengaran kucing 65 khz, sedangkan manusia 20 khz
6. Kucing memiliki mata terbesar dibandingkan dengan mamalia lainnya (dalam hubungannya dengan besarnya tubuh)
7. Kucing tidak dapat melihat pada kegelapan total, akan tetapi ketajaman matanya pada malam hari sangat baik. Mata kucing memiliki lapisan perefleksi cahaya yang disebut tapetum yang dapat berfungsi untuk memperkuat cahaya yang masuk retina
8. Cakupan pandangan kucing 185 derajat
9. Kucing memiliki indera penciuman 20-80 juta sel olfactory, sedangkan manusia hanya 5-20 juta
10. Denyut nadi kucing normal antara 110-170 denyutan per menit (jika anda ingin melakukan pengecekan denyut nadi lakukan di paha belakang di bagian sendi yang menghubungkan kaki dengan tubuh)
11. Kucing menarik nafas sebanyak 20-40 kali per menit
12. Suhu tubuh kucing normal 102 derajat Fahrenheit
13. Kucing kampung dapat lari dengan kecepatan 31 mile per jam
14. Kucing memiliki system syaraf yang sangat sensitive
z
15. Kucing dapat melompat ke ketinggian 5 kali tinggi badannya
16. Setiap kucing memiliki nose pad yang sangat khas, sehingga tidak akan penah ada dua kucing yang memiliki sidik hidung yang sama
17. Kucing merespon panggilan wanita lebih baik dari pada pria, mungkin karena suata wanita memiliki puncak yang lebih tinggi
18. Orang yang alergi terhadap kucing pada umumnya alergi terhadap air liur kucing
19. Telah dibuktikan secara ilmiah bahwa mengelus-elus kucing merupakan salah satu cara menurunkan tekanan darah kita
20. Rataan umur kucing 15-16 tahun
21. Untuk menentukan kesetaraan umur kucing dengan umur orang, mulailah dengan 20 tahun sebagai umur tahun pertama kucing, kemudian tambahkan 4 tahun umur manusia untuk setiap umur tahun kucing. Sebagai contoh : Jika kucing anda berumur 4 tahun berarti umurnya setara dengan 20 tahun (untuk umur 1 tahun) ditambah 3 x 4 tahun, yaitu setara dengan umur 32 tahun pada orang

Rabu, 07 April 2010

Bagi Gibran cinta mengarahkan manusia pada Allah, dan karena cinta pula Allah mempertemukan diri-Nya kepada manusia. Lantaran itu dalam pandangan Gibran cinta sesungguhnya adalah cinta atas nama Allah dan cinta kepada Allah itu sendiri, karena segala sesuatu adalah pantulan dan imanensi dari Sang Mahacinta. Cinta kepada yang lain selain Allah, tetapi atas nama dan di dasarkan pada Allah akan membawa manusia dan alam semesta kepada persekutuan dengan Allah. Hal ini terungkap jelas dalam tulisannya yang berjudul Cinta Keindahan Kesunyian, (Yogyakarta, Bentang Budaya, 1999, hal. 72-74)
"Cinta membimbingku mendekati-Mu namun kemudian kegelisahan membawaku menjauhinya. Aku telah meninggalkan pembaringanku, cinta, karena takut pada hantu kelupaan yang bersembunyi di balik selimut kantuk. Bangun, bangun, cintaku, dan dengarkan aku. Aku mendengarkan-Mu, kekasihku! Aku mendengar panggilan-Mu dari dalam lautan dan merasakan kelembutan sayap-sayap-Mu. Aku telah menginggalkan pembaringanku dan berjalan di atas rerumputan. Embun malam membasahi kaki dan keliman pakaianku, di sini aku berdiri di bawah bunga-bunga pohon Almond, memperhatikan ruh-Mu."

Gibran tidak hanya menekankan cinta sebagai dasar hubungan antara manusia dengan Allah, tetapi lebih jauh dari itu melalui dan dalam cinta manusia diarahkan, dituntun sampai pada tahap akhirnya hidup dalam persekutuan dengan Allah. Cinta melampaui keterbatasan manusia, menembus ruang fisik dan berjumpa dengan Allah. Dengan demikian cinta ditempatkan Gibran sebagai bentuk hubungan terpenting dan tertinggi.

Agar sampai pada persekutuan dengan Allah melalui Cinta, bagi Gibran cinta itu harus berangkat dari peran manusia yang kongkret dalam kodrat kemanusiaan dan potensi-potensinya yang lebih jauh dan luas. Dalam Triloginya Sang Nabi, Taman Sang Nabi, dan Suara Sang Guru (Yogyakarta, Pustaka Sastra, 2004, hal 212) dengan jelas Gibran menggambarkan tentang hal tersebut.

"Kalian orang-orang beriman yang dapat menemukan adanya suatu dasar untuk kemajuan seluruh umat manusia dalam sifat baik manusia, dan bahwa dalam diri manusia terdapat tangga kesempurnaan yang menuju Roh Kudus? Jika kalian dapat berlaku demikian, maka kalian akan seperti bunga bakung di taman kebenaran yang abadi harumnya baik tersimpan dihirup manusia atau tersapu oleh angin lalu."

Hal senada dikatakan Gibran dalamSemua Karena Cinta (Yogyakarta, Narasi, 2005, hal. 54)

"Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon yang kokoh berdiri namun dahannya kering, tanpa dihiasi buah ataupun bunga."

Sejalan dengan pandangan mistik agama samawi, bagi Gibran persatuan Allah dan manusia tidak hanya terjadi dalam cinta yang meluap-luap dan berkobar-kobar kepada Allah dalam ekstase. Gibran lebih memandang pengalaman mistik dari aspek etika. Pengalaman mistik dalam pandangan Gibran tidak berarti melarikan diri dari tugas dan tanggungjawab hidup di dunia ini, dengan menyingkir untuk masuk dalam ekstase kebahagiaan untuk diri sendiri saja, membelakangi dunia serta melupakan segala penderitaan hidup diri sendiri maupun orang lain. Baginya mistisisme yang hanya mementingkan diri sendiri adalah egoisme alias pengingkaran terhadap kodrat manusia. Gibran menekankan bahwa relasi cinta antara Allah dan manusia baru akan menjadi nyata bila melimpah ke dunia dalam wujud cinta kepada sesama. Ini harus terjadi bukan dengan kata-kata, melainkan dalam belas kasihan dan kurban diri.

Wujud tertinggi dari cinta bagi Gibran adalah terlibat atau melibatkan diri dalam dunia; dan bentuk keterlibatan itu dimaknai oleh Gibran dengan kerja. Kerja atau pekerjaan adalah satu-satunya wujud relasi manusia dengan Allah dalam dunia, sebagai sebuah bentuk kurban diri yang kongkret. Kerja yang dimaksudkan Gibran tidak hanya melibatkan daya fisik tetapi juga pikiran dan perasaan manusia. Melalui kerja manusia dapat mewujudkan dirinya sebagai individu. Dengan bekerja manusia dapat melebur dalam persatuan dengan sesama, dan dengan bekerja pula manusia dapat menjumpai Allah di dalam alam semesta. Hal ini dilukiskan Gibran dalam Triloginya (hal.28-29)

"...aku berkata bahwa hidup memang kegelapan, jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan segala pengetahuan adalah hampa, jika tidak diikuti pekerjaan. Dan setiap pekerjaan akan sia-sia, jika tidak disertai cinta. Bekerja dengan rasa cinta, berarti kalian sedang menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri-diri orang lain - dan kepada Allah."

Gibran meyakini bahwa kerja merupakan dimensi mendasar hidup manusia di dunia. Latar belakang pemikirannya adalah karena manusia ialah citra Allah, juga karena perintah yang diterima dari Penciptanya untuk menaklukkan dan menguasai dunia. Bagi Gibran semua perkerjaan manusia harus berorientasi pada cinta. Karena kerja yang berlandaskan pada cinta, maka melalui kerja atau pekerjaan manusia tidak hanya mengubah kodrat, tetapi juga mewujudkan dirinya sendiri dan membangun masyarakat keluarga dan bangsa.

Bagi Gibran cinta tidak punya makna selain mewujudkan maknanya sendiri. Cinta tidak memberikan apa-apa pada manusia, kecuali keseluruhan dirinya, dan cintapun tidak mengambil apa-apa dari manusia, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki atau dimiliki, karena telah cukup untuk cinta. Namun jika manusia mencintai dengan hasrat dan keinginan, maka manusia harus meluluhkan diri, mengalir di dalamnya, dan terlibat. Hanya saja dalam kehidupan manusia cinta yang sempurna tidak dapat ditemukan. Kehidupan adalah tabir kegelapan, berkerudung dan bercadar. Melalui dan dalam cinta manusia senantiasa digiatkan untuk melakukan pencarian makna kehidupan dengan mengamalkan cinta kasih, tetapi kesempurnaan cinta hanya ada dan dimiliki oleh Allah.

"Apabila kalian mencinta, janganlah berkata: "Allah ada di dalam hatiku" tetapi sebaliknya kalian merasa: "Aku berada di dalam Allah" Dan jangan kalian mengira bahwa kalian dapat menentukan arah cinta, karena cinta apabila telah menjatuhkan pilihan pada kalian, dialah yang akan menentukan perjalanan hidup cinta." (Trilogi hal.14)

Dalam kehidupan, manusia tidak mampu mengukur kualitas cinta, sebab kepenuhan cinta sesungguhnya adalah Allah itu sendiri. Allah adalah awal dan akhir kehidupan, Allah adalah cinta, maka hanya dalam dan melalui cinta manusia berjalan dan mengarahkan dirinya kepada Allah.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!